Karya Dosen dan Mahasiswa Bio Batrai “Buka Masuk”

posted in: Liputan-7 | 0

Fakultas Sains dan Informatika 2019

Setelah Menjuari Peringkat 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah National Research Inovation Call for Paper of Agrotechnology (NURSERY) 2019 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang. Seleksi lomba tersebut berjenjang, mulai dari tahapan seleksi abstrak, seleksi full paper, dan tahap grand final hingga diumumkan sebagai pemenang pada 20 April 2019 lalu. Yang diketuai oleh
Muhamad Abidin dengan Timnya dibawah Bimbingan Dr. Anceu Murniati.

kini Riset tersebut kembali dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa,
Muhamad Abidin Fitri Isni Apriliany, Fitri Atulabqiah, Neng Nur Mujahidah, Mia Widyanigsih, Ashary Fathul Hafidh dibawah bimbingan
Dr. Valentina Adimurti, Drs. Sukrido,riset tersebu diberi judul yang sangat menarik yang tak lain adalah “Buka Masuk-Baterai Abu Sekam & Tomat Busuk” dan telah menJuarai Harapan 1 di acara Snepco yang dilaksanakan oleh UNSRI-Universitas Sriwijaya.

Walaupun Telah menjuarai Perlombaan dosen dan mahasiswa tidak berhenti disitu saja akan tetapi hasil penemuan tersebut dikembangkan sehingga bisa diterapkan atau disosialisasikan kemasyarakat. Sehingga Dosen dan Mahasiswa mengadakan “Pelatihan Pembuatan Bamat, Moluskisida Nabati, Biofertilizer Tephrosia Vogelii dan Hand Sanitizer di Kelurahan Utama, Cimahi Selatan 12 September 2019” yang dihadiri oleh masyarakat setempat dan Lurah Kelurahan Utama.

Ashary Fathul Hafidh. menjelaskan kepada kami tentang Buka Masuk tersebut dari mulai Prosedur pembuatannya sampai penemuanya tersebut siap pakai, pengasilan rata – rata produksi tomat sejumlah 916.000 ton/tahun dan Produksi padi pada tahun 2018 diperkirakan lebih dari 50 juta ton dan terdapat 80% yang mengalami kebusukan. Hingga era revolusi industri 4.0, Penggunaan baterai banyak disukai karena mudah dan dapat digunakan dimana saja. Sayangnya, disamping manfaatnya yang banyak dirasakan, baterai yang banyak digunakan saat ini tergolong ke dalam  bahan beracun berbahaya (B3). Jika Limbah B3 terus menerus bertambah akan mengakibatkan kerusakan pada lingkungan hidup manusia, potensi limbah B3 di Indonesia cukup tinggi mencapai 193 juta ton.  Melalui langkah kecil dengan membuat biobaterai, kita sudah berusaha untuk mengurangi jumlah limbah B3. Terdapat beberapa logam berat pada baterai yang sangat berbahata. Misalnya, MnO2 dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, hati, sistem saraf pusat (Science lab, 2005).Kadmium dapat menyebabkan keracunan kronis yang dapat membuat kelumpuhan pada tubuh manusia.Timbal yang bersifat (neuro toxin). Secara geokimia, didalam baterai yang mengandung unsur lithium dapat berisiko bagi kesehatan, keselamatan lingkungan dan pekerjaan yang terkait. Oleh karena itu, efek dalam jangka pendek dapat korosif pada mata, kulit, dan saluran pernapasan Menghirup zat ini dapat menyebabkan edema paru-paru (Lenntech, 2019).Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya pengolahan limbah tomat busuk dan limbah baterai. Selain karena kelimpahannya tomat busuk dipilih karena memiliki pH yang lebih rendah. Tomat busuk memiliki pH lebih rendah yaitu 4,5 jika dibandingkan denga tomat segar yang memiliki pH 5,0. Berdasarkan penelitian Abidin & Kurniasih (2018), semakin rendah pH yang dihasilkan maka akan semakin besar tegangan yang diperoleh dari suatu baterai.

Penelitian ini mencoba untuk memberikan informasi tentang bagaimana pengaruh volume dan konsentrasi terhadap tegangan baterai yang dihasikan. Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa semua jenis baterai mampu diisi ulang. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan tegangan setelah proses recharging. Ini merupakan hal yang sangat unik. Karena baterai bekas  yang digunakan bersumber dari baterai primer dan setelah dikelola dapat menjadi baterai sekunder.

Baterai dengan konsentrasi pasta baterai bekas 100% tidak diukur, karena baterai primer tidak dapat menerima arus saat proses recharging.

Disamping itu, pada penelitian ini diketahui bahwa pasta baterai bekas dapat dikombinasikan dengan tomat busuk dan menghasilkan peningkatan tegangan. Kondisi terbaik kombinasi tomat busuk dengan pasta baterai bekas 50:50 diperoleh pada baterai C dengan tegangan mula-mula 1,188v dan tegangan setelah recharging sebesar 1,205v.

Penelitian ini juga memaparkan potensi tomat busuk sebagai pengganti elektrolit pada baterai pada umumnya. Kondisi terbaik baterai dengan elektrolit jus tomat busuk 100% diperoleh pada baterai D dengan tegangan mula-mula 0,904v dan tegangan setelah recharging sebesar 1,233v.

Pada penelitian ini belum diketahui adanya perubahan yang signifikan dari variasi volume berdasarkan jenis baterai. Sedangkan untuk variasi konsentrasi dapat diketahui bahwa limbah pasta baterai bekas dapat dimanfaatkan kembali dengan penambahan jus tomat busuk dan tomat busuk berpotensi menjadi elektrolit pengganti pada baterai pada umumnya, dan di akhiri dengan menutup kata-kata Presiden RI ke- 3 “Hanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia. Tidak mungkin kita mengandalkan bangsa lain”- B.J. Habibie (Presiden RI ke-3).

Lurah Kelurahan Utama ” Neneng Masto’ah, S.IP.,M.Si ” , mengatakan saya sangat senang dan menyambut dengan tangan terbuka dengan adanya acara Pelatihan Pembuatan Bamat atau Buka Masuk ini, dengan adanya Pelatihan ini Masyarakat bisa memanfaatkan Ilmunya yang disampaikan oleh Tim Lppm Unjani khusunya dari dosen atau mahasiswa dari fakultas Sains dan Informatika. saya berharap kedepanya masyarat mampu bergerak meningkatkan perekonomianya dengan cara menerapkan Ilmu yang didapatkan, karena kebayakan ibu-ibu rumah tangga ketika mendapatkan Tomat Busuk langsung dibuang dengan mengikuti pelatihan ini masyarakat mampu mengubah pola pikirannya atau kebiasaan-kebiasaan membuang tomat busuk sehingga masyarakat bisa membuka peluang bisnis. tidak hanya pelatihan pembuatan Batrai tetapi juga memberikan pelatihan pola hidup sehat dan pembuatn Hand Sanitizer dan semoga kedepannya Unjani dan Kelurahan Utama bisa mengadakan MOU.

Ketua Sekjur Jurusan sains dan informatika Dr. ARIE Hardian mengatakan kepada kami “Dalam mengjudkan Tri Darma Perguruan Tinggi Unjani Kerjasama dengan Ibu Lurah untk Pegabdian Kepada Masyarat. Pertama-tama memperkenalkan karya-karya dosen dan mahasiswa khuususnya jurusan Sains dan Informatika, ada beberapa produk yang didemokan kemasyarakat di antaranya Batrai Tomat, batrai yang berbahan dasar dari batrai bekas dan bahan tomat yang sudah membusuk yang bisa dimanfaatkan atau di sulap menjadi patrai yg siap pakai, demi menguragi sampah yang ada dilingkungan kita dan ada juga produk masalah pertanian untuk mengatasi hama kiong ini juga disampaikan di pelatihan ini dan ada juga produk yang sudah siap pakai Haind Sanitizaizer yg terbuat dari tumbuh-tumbuhan sehingga menimbulkan berbagai aroma yang sesuai yg di inginkan disamping itu juga bisa anti nyamuk dan lalat. mengadakan acara ini Dalam rangka Dies Natalis ke -29, semoga kedpanya dosen dan mahasiswa bisa menghasilkan karya-karya yang terbaru dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Unjani Dr. Antono Damayanto, mengatakan bahwa LPPM Unjani akan terus mendorong dosen dan mahasiswa Unjani dari berbagai fakultas dengan berbagai keilmuannya untuk terus berkarya sehingga mendapatkan hasil yang dapat diterapkan dan bermanfaat serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *