KOLABORASI LPPM UNJANI DAN SESKOAD MELALUI KKL WILHAN PASIS DIKREG LXVIII SESKOAD TA 2026 11 September di PURWAKARTA
- September 11, 2026
- [email protected]
- 11:15 am
KKL Wilhan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 di Purwakarta, Perkuat Pemahaman Strategis terhadap Potensi Wilayah
Purwakarta, 11 September 2026 — Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan (Wilhan) Pasis Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan di wilayah Purwakarta pada 11 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan dalam rangka memperkuat kemampuan peserta dalam memahami berbagai karakteristik, potensi, serta dinamika wilayah dalam perspektif pertahanan dan pembangunan nasional.
KKL Wilhan merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada para Perwira Siswa untuk melihat dan menganalisis secara langsung kondisi wilayah berdasarkan berbagai aspek strategis. Pendekatan lapangan memungkinkan peserta memperoleh gambaran nyata mengenai keterkaitan antara kondisi geografis, demografi, sosial, ekonomi, serta berbagai potensi wilayah dengan upaya membangun ketahanan nasional.
Dalam pelaksanaan KKL Wilhan di Purwakarta, para peserta melakukan pengamatan dan identifikasi terhadap kondisi wilayah serta berbagai potensi yang dimiliki masyarakat. Berbagai informasi dan temuan lapangan menjadi bahan untuk memperkaya proses analisis mengenai peluang maupun tantangan yang dapat memengaruhi ketahanan dan pembangunan wilayah.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) sehingga tercipta ruang kolaborasi antara lingkungan pendidikan militer dan perguruan tinggi. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual sekaligus memperluas wawasan mengenai pentingnya peran generasi muda dan sivitas akademika dalam memahami persoalan strategis bangsa.
Melalui observasi dan diskusi di lapangan, mahasiswa Unjani dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik dengan kondisi masyarakat secara langsung. Sementara itu, interaksi dengan Pasis Seskoad memberikan perspektif strategis mengenai bagaimana potensi wilayah dapat dipahami dan dikelola dalam kerangka kepentingan pertahanan serta pembangunan nasional.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unjani turut mendukung kegiatan KKL Wilhan sebagai bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi strategis. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman serta membangun kontribusi akademik terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Purwakarta memiliki karakteristik wilayah yang beragam dengan potensi pada sektor sosial, ekonomi, industri, pertanian, dan sumber daya masyarakat. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran peserta untuk memahami bahwa ketahanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh aspek pertahanan dalam arti sempit, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dan pemerintah dalam mengelola berbagai potensi yang tersedia.
Melalui kegiatan KKL Wilhan ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kemampuan observasi, identifikasi, analisis, dan penyusunan rekomendasi strategis berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Bagi mahasiswa Unjani, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman mengenai kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan dan ketahanan nasional.
Pelaksanaan KKL Wilhan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 di Purwakarta juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Seskoad dan Unjani. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kerja sama strategis lainnya.
Dengan adanya kolaborasi antara institusi pendidikan militer dan perguruan tinggi, kegiatan KKL Wilhan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, berwawasan kebangsaan, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan serta ketahanan wilayah.